Suka
cita di Negeri orang
Mungkin
banyak orang berpikiran bahwa tinggal di negeri orang itu menyenangkan, dengan
hidup serba praktis dan penghasilan yang besar. Tidak heran jika setiap
orang Indonesia yang pernah atau tinggal di negeri orang, kita anggap sebagai
orang – orang yang beruntung.
Mungkin
benar, saya merasa sebagai orang yang beruntung, karena bisa bekerja dan
tinggal di negeri orang yang pada saat itu usia saya sedang beranjak dewasa.
Tetapi menjalani hidup di negeri orang itu tidak semudah membalikan telapak
tangan, apalagi pada waktu itu usia saya masih 18 tahun.
Dimana
pada usia itu, waktunya kita sebagai remaja yang baru menyelesaikan Sekolah
Menengah Atas merasakan kebebasan, karena kita telah berhasil menyelesaikan pendidikan
selama 12 tahun. Kadang saya merasa iri, ketika menghubungi teman yang
ada di Indonesia. Mereka sedang berkumpul di suatu tempat dengan berbagi cerita
yang menyenangkan.
Sedangkan
saya harus bergelut dengan kegiatan sehari-hari saya di perusahaan dengan
pekerjaan yang sangat super sibuk bila dibandingkan dengan beberapa pekerjaan
yang ada di perusahaan-perusahaan di Indonesia. Mungkin inilah nasib saya,
tetapi saya selalu bersyukur kepada Allah SWT karena dengan tinggalnya di
negeri orang saya mendapatkan banyak pengalaman yang sangat berharga yang
mungkin orang lain yang seumuran saya tidak dapat merasakannya.
Ketika
disana saya di tuntut untuk hidup mandiri, dimana semua pekerjaan rumah saya
lakukan sendiri, seperti memasak, mencuci, berbelanja kebutuhan hidup, dan
lain- lain. Jauh dari orang tua memang sulit tapi semua harus dihadapi jika
ingin bertahan hidup disana.
Bagi
saya teman-teman seperjuangan yang tinggal di sana sudah menjadi bagian dari
keluarga, karena jika bukan mereka siapa lagi orang yang bisa berbagi dalam
suka dan duka. Hal yang paling sulit ketika jauh dari orang tua yaitu ketika
mengalami sakit, dimana dalam keadaan sakit saya harus tetap melakukan kegiatan
di rumah sendiri dan pergi kerumah sakit sendiri dengan sepedah di tengah dinginnya suhu di
musim dingin.
Bahkan yang paling membuat saya
khawatir ketika mendengar orang tua saya di Indonesia sakit. Jujur,
rasanya ingin segera pulang ke rumah untuk menjaga orang tua. Tapi, itu semua
tidak bisa. Karena perjanjian kontrak kerja yang belum selesai yang
membuat saya tidak bisa pulang . Disana saya hanya bisa berdoa dan berharap di
beri umur panjang agar bisa berkumpul bersama kembali.
Mungkin
inilah sedikit kisah hidup saya di negeri orang, yang mungkin orang selalu
beranggapan hidup di negeri orang itu nyaman dengan penghasilan yang besar dan
fasilitas yang memadai. Tetapi dibalik semuanya saya merasa beruntung dengan
semua pengalaman yang saya dapat dan pembentukan karakter yang saya terima di
sana. Dimana saya mengerti bahwa kedisiplin itu merupakan dasar diri kita untuk
menjadi orang yang sukses. :)
![]() |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar